Kappa atau biasa juga dipanggil Gataro atau Kawako adalah makhluk air
legenda dalam mitologi agama Shinto yang dapat ditemukan dalam
cerita-cerita rakyat Jepang. Meski demikian mereka juga dianggap sebagai
bagian dari cryptozoologi yang disebabkan oleh beberapa penampakan.
Dalam aliran Shinto mereka dianggap sebagai salah satu dari banyak
Suijin atau Dewa air.

Bentuknya mirip setan kecil, sering juga disebut monyet air. Makhluk ini setinggi anak usia 4-5 tahun. mereka memiliki mulut seperti paruh, dan sirip pada tangan dan kaki mereka. mereka juga punya cangkang dipunggungnya. Seekor
Kappa memiliki lekukan di atas kepalanya dan lekukan itu dipenuhi air
dari mata air asli. Jika air tersebut tumpah, kekuatan magisnya hilang. Kappa dikenal suka menyeret manusia ke air dan mengeluarkan hatinya lewat anus. Kappa biasanya minum darah tapi itu tergantung apakah dia baik atau
jahat. Kappa suka mentimun dan apabila ada keluarga yang ingin
dilindungi Kappa atau menghindari kesialan, mereka biasanya menulis nama
mereka di mentimun dan melemparnya di kolam Kappa. Makhluk ini dikenal
sopan dan selalu menepati janji. Yang aneh dalam cerita Kappa di cerita
rakyat Jepang adalah banyaknya versi Kappa yang berbeda. Ada Kappa
bermata satu, Kappa berbulu, Kappa penakut, Kappa pendaki gunung dan
bahkan pesta Kappa. Makhluk ini juga disebut memiliki bau seperti ikan
dan membenci suara keras dan benda logam. Habitat utama Kappa tersebar
di wilayah Kyushu dan sungai Sarugaishi di Honshu. Kappa juga disebutkan takut akan api dan beberapa desa menyelenggarakan festival kembang api setiap tahun untuk menakuti roh-roh ini.

Pertama kali kisah Kappa muncul pada catatan kuno Nihon Shoki yang
berasal dari tahun 720 masehi. Di dokumen itu, Kappa disebut "Kawa no
Kami". Pada periode Edo, Ilustrasi mengenai Kappa muncul dalam
antologi-antologi dan lukisan. Pada tahun 1910, Kappa mulai mendapat
popularitasnya setelah sebuah kisah yang berjudul Tono Monogatari
terbit. Dalam kisah itu diceritakan mengenai beberapa makhluk legenda
termasuk Kappa. Ada pepatah jepang mengatakan “Kappa no kawa nagare" (seperti kappa yang tenggelam) yang artinya, siapa’pun, walau dia ahlinya, pasti akan berbuat kesalahan juga.
0 komentar:
Posting Komentar